Clinic,

This page contains our participation as a Tax Advisor in Indonesian Tax Community Media - ORTax (Observation and Research Of Taxation)
Click here to post a question in Our Clinic

Tagihan dari LN Plus GST
10 August 2007

Ditanyakan Oleh : anton

Dear pak/ibu. sy punya pertanyaa sbb : bulan juli ini kami ada tagihan dari supplier LN atas pemanfaatan JKP luar pabean ( SING ) didlm pabean, dengan rincian sbb : 1. Fee : SIN$ 1,000 2. GST : SIN$ 500 Total SIN$ 1,500 yg menjadi pertanyaan saya adalah secara hukum pajak indonesia dan Singapura apakah kita wajib bayar GST tersebut sebab setahu sy atas GST tsb kita tidak bisa kreditkan sbg pjk masukan mohon penjelasanya, Terima kasih sebelumnya. (dasar hukum pajak ind. yg ngatur GST ada ndak ya pak ? )

» Dijawab tanggal : 2 October 2007
Jawaban :

Yth. Bapak Anton

GST (Goods & Services Tax) di Singapore merupakan pajak atas konsumsi dalam negeri (domestic consumption) yang diberlakukan di negara tersebut sejak 1 April 1994 yang diatur dalam GST Act. Tarif GST yang berlaku sejak 1 Juli 2007 di Singapore adalah 7%.

Kami yakin terdapat kekeliruan dalam contoh tagihan dari supplier Singapore yang Saudara terima pada bulan Juli dengan tarif GST 50% ($.500/$.1.000). Penyerahan jasa yang termasuk dalam kategori international services dikenakan dengan tarif 0 % (zero rated).international service dalam hal ini adalah penyerahan jasa yang berkaitan langsung dengan barang yang terletak di luar negara Singapore pada saat pemberian jasa dilakukan. Karena atas tagihan dari supplier Saudara ditambahkan GST, maka kami beranggapan bahwa jasa tersebut tidak termasuk dalam kategori international service, melainkan terkena penyerahan jasa yang terkena tarif standar di Singapore (bukan tarif 0%).

Contoh dari pengertian

Berdasarkan GST Act – Singapore, supplier Saudara diwajibkan memungut GST dari pengguna jasa termasuk perusahaan Saudara meskipun berdomisili di luar Singapore dalam hal ini Indonesia. Tentu saja dalam transaksi bisnis yang umum Saudara wajib membayar GST tersebut. Mekanisme GST secara umum sama dengan perlakuan PPN (Value Added Tax = VAT) di Indonesia. UU PPN tidak mengatur pengkreditan GST ataupun VAT yang dibayar di luar negeri, berbeda dengan Pajak Penghasilan (Income Tax) yang di bayar di luar negeri yang dapat dikreditkan sesuai dengan ketentuan pasal 24 UU PPh. Pengkreditan GST yang dipungut di Singapore hanya dapat dikreditkan (claim back atau refund) di Singapore dan PPN yang dipungut di Indonesia hanya dapat dikreditkan di Indonesia apabila memenuhi ketentuan perpajakan masing-masing negara. Atas pemanfaatan jasa kena pajak dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean di kenakan PPN sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 568/KMK.04/2000 tanggal 26 Desember 2000 yaitu sebesar:
  • 10% x jumlah yang dibayarkan atau seharusnya dibayarkan kepada pihak yang menyerahkan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan atau Jasa Kena Pajak apabila dalam jumlah tersebut tidak termasuk Pajak Pertambahan Nilai; atau
  • 10/110 x jumlah yang dibayarkan atau seharusnya dibayarkan kepada pihak yang menyerahkan Barang Kena Pajak tidak berwujud dan atau Jasa Kena Pajak apabila dalam jumlah tersebut sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai.

Kalau dalam jumlah yang dibayarkan di Singapore termasuk GST, maka sejumlah GST tersebut ditambahkan sebagai bagian dari Dasar Pengenaan PPN. Dalam hal perusahaan Saudara statusnya Pengusaha Kena Pajak (PKP), PPN tersebut merupakan Pajak Masukan yang dapat di kreditkan.

 

Salam Pengasuh



Back to Top - Back to Clinic Archieves

Tax Consultation


  •   

Publication

» See Other Publication ...

Event

» See Other Event ...

Careers

» See Other Careers ...

Exchange Rates

Currency Exchange Rate *
EUR 15542.12
USD 14178
GBP 17461.74
AUD 9548.2
SGD 10260.99
* Rupiah

Effective Date :
09.10.2019 - 15.10.2019

» Complete Rates ...

Search

Search :
Category :