Clinic,

This page contains our participation as a Tax Advisor in Indonesian Tax Community Media - ORTax (Observation and Research Of Taxation)
Click here to post a question in Our Clinic

Pinjaman tanpa bunga dari pihak ketiga di luar negeri
16 January 2008

Ditanyakan Oleh : jihad

Saya ingin bertanya, misal "PT. ABC" mempunyai hutang (pinjaman) dari luar negeri dengan tanpa bunga pinjaman (dengan disertai pernyataan tanpa adanya bunga pinjaman). dan Selama ini "PT ABC" memang tidak pernah melakukan pembayaran bunga pinjaman atas hutang luar negeri tsb. Apakah pinjaman luar negeri tsb tetap harus dihitung bunga-nya sesuai dengan tingkat suku bunga yg wajar dan kemudian dilakukan pemotongan PPh pasal 23/26-nya? ---karena pinjaman dari pemegang saham saja yang apabila tidak memenuhi kriteria tertentu harus dihitung bunga pinjaman-nya sesuai dengan tingkat suku bunga wajar kemudian dikenakan PPh Pasal 23--. matur suwun atas jawabannya

» Dijawab tanggal : 28 January 2008
Jawaban :

Yth. Jihad

 

Pinjaman tanpa bunga oleh Diretur Jendera Pajak (DJP) diatur melalui Surat DJP Nomor S-165/PJ.312/1992, yaitu pinjaman tanpa bunga dari pemegang saham. Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa pinjaman perusahaan tanpa bunga dari pemegang sahamnya dapat dianggap wajar dan tidak perlu dilakukan koreksi apabila :

  • Pinjaman tersebut berasal dari dana milik pemegang saham pemberi pinjaman itu sendiri dan bukan berasal dari pihak lain.
  • Modal yang seharusnya disetor oleh pemegang saham pemberi pinjaman kepada perusahaan penerima pinjaman telah disetor seluruhnya.
  • Pemegang saham pemberi pinjaman tidak dalam keadaan merugi.
  • Perusahaan penerima pinjaman sedang mengalami kesulitan keuangan untuk kelangsungan usahanya.

Apabila salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, maka pinjaman tanpa bunga dianggap tidak wajar sehingga harus dikoreksi sesuai dengan tingkat suku bunga pinjaman yang wajar. 

Umumnya pinjaman tanpa bunga terjadi antara pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa. Namun demikian, jika secara nyata-nyata PT. ABC mempunyai pinjaman dengan pihak lain di LN yang tidak memiliki hubungan istimewa dan atas pinjaman tersebut PT. ABC tidak dikenakan bunga (hal ini sebenarnya sangat jarang terjadi dalam dunia usaha), maka tidak ada penghasilan bunga yang menjadi obyek pemotongan PPh pasal 26. Jadi PT. ABC tidak wajib memotong PPh pasal 26. Tentu Saudara harus dapat membuktikan kepada Fiskus bahwa antara PT.ABC dan pihak LN yaitu pemberi pinjaman bukan pemegang saham atau pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 

Demikian penjelasan kami. 

 

Salam

Pengasuh



Back to Top - Back to Clinic Archieves

Tax Consultation


  •   

Publication

» See Other Publication ...

Event

» See Other Event ...

Careers

» See Other Careers ...

Exchange Rates

Currency Exchange Rate *
EUR 15943.65
USD 14137
GBP 18483.08
AUD 10111.62
SGD 10444.18
* Rupiah

Effective Date :
17.04.2019 - 23.04.2019

» Complete Rates ...

Search

Search :
Category :