News,

Relaksasi Pajak Pacu Penjualan
Harian Bisnis Indonesia, 16 September 2020

Bisnis, JAKARTA — Pasar otomotif terus menunjukkan pemulihan meski kondisinya masih jauh dari normal, seiring dengan berbagai promosi para agen pemegang merek. Untuk mengakselerasi penjualan, Kementerian Perindustrian mengusulkan relaksasi pajak mobil baru sampai akhir 2020.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan relaksasi pajak pembelian mobil baru tersebut diharapkan dapat menstimulasi pasar sekaligus mendorong pertumbuhan sektor otomotif pada masa pandemi Covid-19. 

Selain mengusulkan relaksasi pajak penjualan (PPn) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) kepada Menteri Keuangan, Menperin juga mengusulkan kepada Mendagri agar merelaksasi bea balik nama dan pajak kendaraan bermotor, serta pajak progresif. 

“Kami sudah mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk relaksasi pajak mobil baru [menjadi] 0% sampai Desember 2020,” kata Agus, Senin (14/9). 

Menperin meyakini pemangkasan pajak pembelian mobil baru bisa mendongkrak daya beli masyarakat sehingga penjualan otomotif pulih lebih cepat. Pada gilirannya, sektor manufaktur otomotif terbantu tumbuh. Industri otomotif memiliki multiplier effect yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja yang besar hingga memberdayakan pelaku usaha di sektor lainnya. “Industri otomotif itu mempunyai turunan begitu banyak. Ada tear 1, dan tear 2 yang begitu banyak.” 

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan otomotif sejak Maret 2020 mengalami penurunan signifi kan, dan mulai menggeliat menjelang akhir semester pertama. 

Pada Agustus 2020, penjualan pabrikan mobil tumbuh 47,5% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Akan tetapi, penjualan ritelnya hanya melaju 5,2% menjadi 37.655 unit. Gaikindo menargetkan penjualan otomotif mencapai 600.000 unit hingga akhir tahun ini. Namun, hingga Agustus 2020, total kumulatif penjualan otomotif di Indonesia baru menyentuh 364.043 unit. 

“Gaikindo belum melakukan revisi lagi. Masih 600.000 unit sampai dengan akhir 2020,” ujar Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto kepada Bisnis, Selasa (15/9). 

Chief Executive Offi cer (CEO) PT Astra International Tbk.-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Supranoto mengatakan selama dua bulan terakhir penjualan ritel dan wholesales Daihatsu terus membaik, seiring dengan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan diluncurkannya beragam program penjualan.

“Daihatsu menerapkan standar baru penyerahan mobil kepada konsumen dengan menyemprotkan disinfektan dan memberikan satu botol disinfektan kepada pembeli mobil baru. Dengan cara ini kenyamanan konsumen dapat tetap terjaga dan tak perlu waswas.” 

Daihatsu juga menggencarkan penjualan daring dengan berbagai promo pembelian mobil. Pada Agustus 2020, Daihatsu mencatatkan penjualan ritel 6.300 unit, naik dari bulan sebelumnya 5.890 unit. Adapun penjualan sepanjang Januari—Agustus 2020 tercatat 65.767 unit. 

Marketing and CR Divisian Head AI-DSO Hendrayadi Lastiyoso menjelaskan penjulan ritel Daihatsu selama Juli—Agustus 2020 meningkat 7% lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pasar keseluruhan yang 5,2%.

PERLU STIMULUS 

Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal menilai industri otomotif mulai membaik, tetapi kinerjanya masih jauh dari kondisi normal. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan stimulus yang tepat. 

Selain pemotongan tarif listrik industri, pemotongan pajak, dan subsidi gaji pegawai, relaksasi PPnBM yang diusulkan oleh Menteri Perindustrian adalah cara jitu mengakselerasi penjualan mobil baru pada masa pandemi Covid-19.

“Penjualan otomotif mulai menggeliat usai anjlok di kuartal II, namun kelompok masyarakat yang memiliki disposable income tinggi masih menunda pembeliannya,” katanya. 

Dia menjelaskan pengurangan PPnBM akan memengaruhi harga yang harus dibayarkan konsumen. Sensitivitasnya bisa dilihat dari pengalaman pada 2014 ketika pemerintah menerapkan kebijakan pajak pada 2014. 

Selain itu, saat ini kelas menengah atas masih memiliki daya beli, yang terlihat dari tabungan deposito atau simpanan pihak ketiga di perbankan di atas Rp100 juta yang terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa mereka bukan tidak memiliki daya beli tetapi cenderung menunda pembelian. 

Relaksasi pajak pembelian mobil baru sebelumnya sempat digaungkan oleh Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam. 

Menurut dia, industri otomotif saat ini butuh stimulus dari pemerintah agar terjadi peningkatan daya beli. “Kami harapkan ada tax deduction untuk menstimulasi daya beli, tapi tax deduction ini yang tidak mengurangi pendapatan pemerintah. Harapan kita ada di pajak daerah, kalau pajak bisa diturunkan, jumlah yang dijual bisa naik,” paparnya. 

Pembelian mobil baru saat ini dikenai PPnBM yang ditetapkan 15%—70% untuk kendaraan bermotor angkutan orang. Besaran tarif disesuaikan dengan jumlah maksimal muatan setiap kendaraan dan juga isi silinder.

Back to Top - Back to News Archieves

Tax Consultation


  •   

Publication

» See Other Publication ...

Event

» See Other Event ...

Careers

» See Other Careers ...

Exchange Rates

Currency Exchange Rate *
EUR 17545.52
USD 14817
GBP 19172.38
AUD 10823.23
SGD 10906.59
* Rupiah

Effective Date :
23.09.2020 - 29.09.2020

» Complete Rates ...

Search

Search :
Category :