News,

Skema Pajak Hot Money Masih Dikaji
Harian Kontan, 10 January 2019

JAKARTA. Keinginan pemerintah untuk mengendalikan aliran duit panas milik asing alias hot money di portofolio pasar keuangan semakin menguat. Salah  satunya adalah rencana pengenaan pajak bagi dana panas ini.
 
Skema  pengenaan  pajak mirip dengan tobin tax, yaitu pengenaan pajak atas pembelian valuta asing. Tujuannya agar membendung pergerakan hot money, baik yang ada di pasar saham, obligasi, maupun mata uang. Maklum selama ini hilir mudik hot money menjadi penyebab gejolak nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.
 
"Prinsipnya  tobin  tax bisa bermanfaat untuk mengatasi capital flow, khususnya yang bersifat spekulatif dan jangka pendek,"  ujar  Kepala  Pusat Kebijakan  Ekonomi  Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Adrianto ke KONTAN, Rabu (9/1).
 
Kendati demikian, Adrianto menyampaikan, perlu ada kajian mendalam mengenai kemungkinan penerapan skema pajak ini di Indonesia. Terutama,  mengkaji  bentuk  dari modal arus modal seperti apa yang  semestinya  dikenakan pajak, agar lebih efektif meredam gejolak.
 
Adrianto mengungkapkan, hingga saat ini BKF masih dalam  proses mengkaji  tobin tax tersebut. Maka itu, ia belum bisa menjelaskan seperti apa  kemungkinan  skema maupun besaran pajak yang bisa diterapkan.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya juga mengatakan  perlu waktu  untuk menentukan desain yang  tepat bagi penerapan  tobin  tax di Indonesia. Hanya pengenaan tobin tax agar bisa mencegah ketidakstabilan tapi Indonesia tetap mendapat manfaat dari capital inflow.
 
Skema insentif
 
Direktur Eksekutif Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo melihat, skema tobin tax ideal untuk membendung risiko dari arus deras hot money di pasar keuangan domestik.
 
"Karena situasi global saat ini memang didominasi hot money dan sangat volatile alias mudah  berpindah-pindah," ujar Yustinus (9/1).
 
Meski dapat menahan aliran modal di pasar keuangan, dan mengurangi spekulasi, Yustinus menilai saat ini skema tobin tax sulit untuk diterapkan di  Indonesia. Sebab, kondisi pasar keuangan dalam negeri masih belum dalam, alias masih didominasi oleh  investor asing ketimbang lokal.
 
Oleh  karena  itu,  Yustinus menilai, saat  ini, pemerintah lebih cocok untuk menerapkan skema reverse tobin tax. Tujuannya, menahan modal investasi tetap di dalam negeri untuk jangka waktu sepanjang mungkin. "Jadi paradigmanya kasih  insentif bagi yang menyimpan modal  lama di sini, bukan penalti jangka pendek," tandas Yustins.

Back to Top - Back to News Archieves

Tax Consultation


  •   

Publication

» See Other Publication ...

Event

» See Other Event ...

Careers

» See Other Careers ...

Exchange Rates

Currency Exchange Rate *
EUR 16092.5
USD 14253
GBP 18096.11
AUD 9938.55
SGD 10442.46
* Rupiah

Effective Date :
12.06.2019 - 18.06.2019

» Complete Rates ...

Search

Search :
Category :