News,

Aset Sita Pajak Citra Maharlika akan Dihapus
Harian Kontan, 13 September 2017

Kurator akan berupaya menghapus sita oleh Ditjen Pajak
 
JAKARTA. Angin segar datang bagi para kreditur PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk (CMNC). Pasalnya, tim kurator perusahaan yang dulu bernama PT Cipaganti Cipta Graha Tbk ini tengah berkoordinasi dengan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat untuk menghapus sita aset yang dilakukan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu).

Jika ini berhasil maka para kreditur dapat mendapatkan pembayaran atas utang-utangnya. Anggota Tim Kurator CMNC Tri Hartanto mengatakan, pihaknya dan pengadilan memang sedang berkoordinasi untuk dua hal, yakni surat penghapusan sita dan pernyataan insolvensi (gagal bayar).

Karena sejatinya, insolvensi telah berlaku sejak proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) tidak diterima para kreditur. "Tapi kita masih menunggu apakah nantinya pengadilan lewat hakim pengawas akan mengeluarkan dalam bentuk penetapan atau berita acara," ungkapnya, Selasa (12/9).

Sementara untuk penghapusan sita, pihaknya dan pengadilan juga sedang berkoordinasi dengan Ditjen Pajak. Hal itu agar kurator dapat menjalankan tugasnya untuk pemberesan aset debitur.

Menurutnya saat ini hampir 90% aset milik CMNC disita oleh pajak termasuk didalamnya seluruh jaminan bank. Aset-aset ini berupa 1.000 kendaraan, onderdil, alat berat, dan beberapa tempat usaha debitur. Sementara aset yang tidak disita Ditjen Pajak hanya segelintir, antara lain berupa tanah dan bangunan, kendaraan serta perjanjian sewa jangka panjang.

Ditjen Pajak juga tidak hanya menyita aset atas nama CMNC, tapi juga aset milik pemegang saham lama perusahaan. Aset itu berupa tanah di Kalimantan yang nilainya mencapai Rp 40 miliar.

Dengan upaya ini, diharapkan akan menjadi pertimbangan pajak. Sebab, nilai-nilai aset yang cukup banyak bisa mereduksi tagihan pajak senilai Rp 71 miliar. Dengan begitu bisa memberikan peluang bagi kreditur lain untuk mendapatkan hasil dari penjualan aset-aset perusahaan. "Tapi pajak bersikukuh untuk menjalankan eksekusi aset berdasarkan peraturan pajak," lanjut Tri.

Terkait hal ini Direktur Penyuluhan dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama belum bisa berkomentar, termasuk apakah pihaknya menyetujui permintaan penghapusan sita aset ini. "Mohon maaf belum bisa kasih tanggapan. Mesti pelajari kasusnya dulu," tuturnya singkat.

Tim kurator mencatat utang CMNC saat kepailitan meningkat dari proses PKPU menjadi Rp 320 miliar. Nilai itu bertambah dari utang CMNC saat PKPU kepada para kreditur, yang sebesar Rp 178 miliar kepada kreditur separatis dan Rp 66 miliar kepada kreditur konkuren) atau total sekitar Rp 244 miliar.

Back to Top - Back to News Archieves

Tax Consultation


  •   

Publication

» See Other Publication ...

Event

» See Other Event ...

Careers

» See Other Careers ...

Exchange Rates

Currency Exchange Rate *
EUR 15782.37
USD 13226
GBP 17745.58
AUD 10591.85
SGD 9819.87
* Rupiah

Effective Date :
20.09.2017 - 26.09.2017

» Complete Rates ...

Search

Search :
Category :